nonton yuuu.....

Loading...
KAMAR OPERASI (OK)
PERSIAPAN PRA OPERASI
Pasien
Memahami kasus bedah yang dihadapi serta di dukung oleh pengetahuan tentang keadaan fisiologis pasien secara menyeluruh adalah sangat penting. Yang perlu dilakukan antara lain melalui anamnesis :
* Riwayat Penyakit.
Riwayat perjalanan penyakit sebaiknya ditanyakan secara lengkap dan teliti. Jika hal ini dilakukan dengan baik serta melibatkan tinjauan lengkap terhadap seluruh sistem, maka dapat diperoleh informasi yang relevan.
* Pemeriksaan Fisik.
Seluruh bagian dari tubuh pasien sebaiknya diperiksa secara sistematis, meskipun tidak ada gejala spesifik pada daerah tersebut. Pemeriksaan itu sebaiknya meliputi pemeriksaan neurologis, pemeriksaan rektat, panggul pada wanita dewasa, pemeriksaan denyut nadi pasien termasuk pemeriksaan pada daerah kepala, leher, dada dan abdomen.
* Pemeriksaan Laboratorium.
Satu-satunya pemeriksaan laboratorium yang dilakukan secara rutin sebelum suatu tindakan bedah adalah pemeriksaan hitung jumlah sel darah merah dan urinalisis. Pemeriksaan lainnya disesuaikan dengan keadaan dan usia penderita sera jenis operasi yang akan dilakukan.
* Daerah Operasi.
Pasien sebaiknya tiba di ruang operasi dengan kulit yang steril pada daerah yang akan di operasi.
* Persiapan Saluran Pencernaan.
Jika pasien akan diberikan anestesi, ia harus di puasakan mulai tengah malam sebelum operasi esok paginya.
* Kateterisasi.
Sebelum pasien meninggalkan basal menuju ruang operasi, sebaiknya ia dianjurkan untuk berkemih, bila tidak pasien akan tiba di ruang operasi dengan kandung kemih yang penuh.
Umumnya pasien akan merasa cemas dalam menghadapi operasi, oleh karena itu lebih baik ia diberi sedasi pada malam sebelum operasi guna menenangkannya. Dosisnya harus disesuaikan dengan umur dan keadaan umum pasien.
* Persiapan Pasien Pra Bedah
Persiapan prabedah dilakukan untuk mempersiapkan daerah kulit pasien. Kulit didesinfeksi dan diusahakan terhindar dari kontaminasi sebelum dilakukan insisi bedah. Ada 2 jenis persiapan prabedah yaitu pencukuran dan desinfeksi.
a. Pencukuran.
“Tata Cara”
Ketika mencukur pasien petugas di R.O. sebaiknya memperhatikan petunjuk-petunjuk berikut :
1. Waktu yang tepat untuk mencukur pasien adalah segera sebelum operasi di mulai.
2. Pasien harus menandatangani persetujuan operasi.
3. Dokter harus menulis perintah untuk mencukur.
4. Daerah yang dicukur dibuat sekecil mungkin, tetapi harus berupa daerah persegi dengan batas luarnya kira-kira 2 – 3 inci dari daerah insisi yang sebenarnya.
5. Semua pencukuran dilakukan setelah kulit pasien dibasahi.
6. Biasanya digunakan Betadine, asalkan pasien tidak alergi terhadap desinfektan ini.
7. Rahasia pribadi pasien dijaga dengan membatasi tirai.
8. Gunakan sarung tangan dan persiapkan karet busa yang basah dengan sabun untuk membentuk busa.
9. Dengan pisau cukur steril, cukurlah rambut pada kulit dengan gerakan yang tegas ke arah tumbuhnya rambut.
10. Setelah pencukuran selesai, keringkan daerah tersebut, angkat semua rambut yang lepas dan tinggalkan pasien dalam keadaan yang menyenangkan.
b. Desinfeksi
Tata Cara :
Ketika melakukan desinfeksi pada kulit pasien, petugas di R.O. sebaiknya memperhatikan petunjuk-petunjuk berikut ini :
1. Setelah pasien dalam keadaan teranestesi, daerah operasi diperlihatkan.
2. Beberapa dokter bedah memilih untuk menggosok daerah operasi dengan sikat penggosok sebelum mengoleskan Betadine.
3. Umbilikus dibersihkan dengan tangkai aplikator yang dibasahi dengan betadine bila ia juga termasuk bagian dari daerah operasi oleh salah seorang asisten bedah.
4. Selanjutnya asisten bedah mengolesi daerah operasi dengan kain kassa yang dibasahi dengan betadine. Daerah insisi diolesi terlebih dahulu, kemudian daerah persiapan prabedah diperluas secara melingkar ke luar sampai batas keamanan yang cukup lebar.
5. Biasanya dilakukan tiga kali pengolesan dengan betadine pada daerah operasi.
6. Supaya efektif, desinfektan harus dibiarkan kering di udara.
7. Setelah daerah yang desinfeksi kering, mulai lakukan penutupan dengan kain.
Petugas
1. Pakaian
Prinsip bedah yang utama adalah mencegah terjadinya infeksi luka, sehingga masuknya bibit penyakit ke dalam ruang operasi (RO) dapat di tekan sekecil mungkin. Tutup sepatu digunakan untuk mencegah kontaminasi dari luar yang berasal dari sepatu jalanan. Sebelum memasuki ruang operasi, petugas harus mengenakan topi dan master untuk menutupi seluruh rambut kepada dan masker untuk menutupi hidung. Pakaian operasi yang biasa terbuat dari kain katun dengan lengan pendek, kemejanya di masukkan ke dalam celana panjang.
2. Cuci Tangan
Tujuan menyikat tangan pra pembedahan adalah untuk mengangkat tanah, kotoran, minyak, lotion dan mikroorganisme dari tangan dan lengan pada anggota tim bedah yang steril. Keadaan ini dicapai melalui :
a. Proses mekanik (sikat), yang mengangkat kotoran dan mikroorganisme sementara (Transient mikroorganisme) dengan gesekan.
b. Proses kimiawi, dengan mengurangi bakteri kulit yang menetap dengan bahan mikrobisida dan antiseptik.
Tata cara cuci Tangan :
1) Tidak seorang pun dengan luka terbuka, luka bakar pada tangan atau lengan diperbolehkan untuk cuci tangan.
2) Lepaskan semua perhiasan.
3) Gulung lengan baju sampai lebih dari 2 inci di atas siku.
4) Gunakan sikat.
5) Buka dan keluarkan pembersih kuku dari dalam kemasan.
6) Di bawah air mengalir, bersihkan bagian bawah kuku jari secara teliti.
7) Kuku jari harus pendek dan bebas dari cat kuku.
8) Mulailah menyikat tangan, berurutan dari jari – diantara jari – dan punggung tangan ( + 2 menit ).
9) Dilanjutkan dengan menyikat lengan ke atas sampai sedikit di bawah siku selama 30 detik. Begitu juga dengan tangan yang satunya.
10) Setelah tangkas ke-8 selesai, sikat ulang kadua telapak tangan selama 30 detik.
11) Buang sikat.
12) Buka untuk membilas tangan dan lengan, di bawah air yang mengalir.
13) Matikan air.
3. Memakai Jubah
Jubah steril dipakai untuk menutup pakaian terkontaminasi yang dapat menyebabkan infeksi pada pasien.
a. Memakai jubah dan sarung tangan tanpa bantuan perawat.
Tata cara :
1) Sebelum mencuci tangan, buka jubah steril pada permukaan yang datar.
2) Angkat jubah yang terlipat dari kemasan steril tanpa menyentuh bungkus sarung tangan.
3) Pegang tepi leher yang ada, buka jubah di depan anda tapi hanya menyentuh bagian dalam jubah.
4) Temukan lubang lengan pada jubah dan masukkan kedua lengan ke dalamnya.
5) Perawat yang ada di ruang operasi akan memegang bagian dalam jubah dan menarik lengan jubah ke atas. Kemudian mengikat tali pinggang dan tali leher di belakang.
b. Mengenakan jubah dan sarung tangan dengan bantuan perawat.
Tata cara :
1) Setelah anda selesai mencuci tangan, Terimalah handuk yang terbuka dengan satu tangan.
2) Perawat pembantu akan membuka jubah dan anda dapat memasukkan lengan ke dalam jubah.
3) Tali pinggang dipakai dengan cara yang sama seperti yang telah dijelaskan.
4. Memakai Sarung Tangan
a. Teknik Sarung Tangan Tertutup.
Tata Cara :
1) Perlu diingat bahwa, saat mengenakan sarung tangan steril, kulit tidak boleh menyentuh bagian luar sarung tangan.
2) Dengan tangan tertutup jubah, ambil sarung tangan pertama dari kemasannya.
3) Letakkan sarung tangan pada lengan jubah dan ibu jari sarung tangan pada ibu jari tangan, dengan jari-jari menunjuk ke arah siku.
4) Pegang bagian bawah manset dengan jari-jari tangan yang terlindung dari tangan yang akan dipakaikan sarung tangan.
5) Pegang bagian atas manset dengan tangan lainnya, yang juga terbungkus jubah.
6) Naikkan manset bagian atas, di atas manset jubah dari tangan yang akan dipakaikan sarung tangan.
7) Pegang manset sarung tangan dan manset jubah bersamaan dan masukkan jari-jari ke dalam sarung dan atur letaknya.
8) Bersihkan bubuk pelicin dari sarung tangan sebelum memulai pembedahan.
  • clock

    Pengikut